Siapa sangka dibalik kemegahan gedung2 Jakarta dengan sistem tata kotanya yang sangat semrawut, ternyata ibukota Indonesia ini menyimpan kelestarian budaya leluhur dan masih tetap terjaga hingga sekarang. Sistem tata kota macapat, salah satu peninggalan Wali Songo yaitu sebuah sistem tata kota berupa Keraton, Penjara, Masjid Agung, dan Pasar harus berada di sekitar Alun-Alun. Tentu tata kota macapat di jantung kota Jakarta ini bukan suatu kebetulan, melainkan berkat dari Presiden Pertama sekaligus proklamator Republik Indonesia, H. Ir. Soekarno yang menyarankan agar bangunan Masjid Istiqlal harus berada di sekitar Alun-Alun, dalam hal ini Lapangan Medan Merdeka sewaktu terjadi perdebatan mengenai lokasi tempat dibangunnya Masjid Negara ini. Presiden Soekarno Percaya bahwa Masjid Agung (Masjid Istiqlal.red) dan Keraton (Istana Presiden.red) harus berada di sekitar Alun-Alun (Lapangan Medan Merdeka.red).
Namun yang menarik adalah mengenai lokasi gedung Mahkamah Agung dan Bank Indonesia. Mengingat sistem tata kota macapat, kedua bangunan ini juga persis berada di sekitar Lapangan Medan Merdeka, apa ini suatu kebetulan atau memang sudah dirancang sebelumnya? Sebagaimana yang saya representasikan bahwa Bank Indonesia ibarat pasar dan mahkamah Agung ibarat penjara (hukum.red) dalam sistem tata kota pemerintahan macapat.
Semoga dengan semakin pesatnya teknologi dan moderenisasi bukan menjadi alasan untuk kita tetap mencintai budaya asli bangsa ini yang sangat kaya dan penuh dengan makna filosofi. Selagi tidak melanggar hukum agama, kenapa tidak? :)